HKBP Jatiwaringin Gelar Seminar Tahun Transformasi 2026 Bahas Penguatan Iman Keluarga di Era Digital

 HKBP Jatiwaringin Gelar Seminar Tahun Transformasi 2026 Bahas Penguatan Iman Keluarga di Era Digital

HKBP Jatiwaringin Gelar Seminar Tahun Transformasi 2026 Bahas Penguatan Iman Keluarga di Era Digital

Jakarta — Dalam rangka Tahun Transformasi HKBP Jatiwaringin 2026 dan menyongsong Jubileum 50 Tahun HKBP Jatiwaringin pada Tahun 2028, Panitia menggelar seminar rohani bertema penguatan pelayanan iman keluarga di era digital pada Rabu, 27 Mei 2026, bertempat di Gereja HKBP Jatiwaringin mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.

Ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt. Bertua Parapat, S.Th., Pendeta Fungsional HKBP Jatiwaringin.
Seminar secara resmi dibuka oleh Pendeta Resort HKBP Jatiwaringin, Pdt. Juniarman Butarbutar, M.Div.

Kegiatan seminar menghadirkan dua narasumber, yakni St. Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, SE., MSi., dengan tema “Keluarga Sebagai Pusat Pelayanan Iman: Tinjauan Manajemen Keluarga Beriman”, serta Pdt. Prof. Binsar Pakpahan, Ph.D., dengan tema “Tantangan Digitalisasi Dalam Peningkatan Iman Keluarga”.

Penerima Tamu

Acara diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt. Bertua Parapat, S.Th., Pendeta Fungsional HKBP Jatiwaringin, dengan renungan dari 3 Yohanes 1:11. Suasana ibadah semakin diberkati melalui persembahan pujian dari Koor SPH, Koor Ama Jordan, Vocal Group Remaja, dan Koor Naposo.

Persembahan Pujian

Seminar secara resmi dibuka oleh Pendeta Resort HKBP Jatiwaringin, Pdt. Juniarman Butarbutar, M.Div. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa transformasi pelayanan gereja perlu dimulai dari keluarga sebagai pusat pertumbuhan iman jemaat di tengah perkembangan jaman digital.

Foto bersama narasumber sesi pertama, St. Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, SE., MSi. Pada sesi ini, peserta yang aktif mengajukan pertanyaan juga mendapat apresiasi berupa hadiah buku dari narasumber.

Adapun susunan kepanitiaan kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Umum St. A.G. Simanjuntak dan Sekretaris Umum St. Rusman Sagala, didukung Ketua I Viktor Sitorus serta PIC Acara St. Partogi Samosir.

Suasana Seminar

Pada sesi pertama, St. Prof. Dr. Payaman Simanjuntak, SE., MSi., membawakan materi mengenai pentingnya keluarga sebagai pusat pelayanan iman dan bagaimana manajemen keluarga beriman dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Seminar dipandu oleh moderator Edison Tampubolon.

Dalam penyampaian materinya, Prof. Payaman juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi dan mengajukan pertanyaan. Sebagai bentuk apresiasi, peserta yang aktif bertanya mendapatkan hadiah buku dari narasumber.

Foto bersama panitia dan narasumber sesi Pdt. Prof. Binsar Pakpahan, Ph.D., usai penyampaian materi mengenai tantangan digitalisasi dalam peningkatan iman keluarga.

Sementara itu, pada sesi berikutnya, Pdt. Prof. Binsar Pakpahan, Ph.D., membahas tantangan digitalisasi dalam peningkatan iman keluarga, khususnya bagaimana keluarga Kristen dapat tetap menjaga nilai-nilai iman di tengah perkembangan teknologi dan media digital saat ini. Nara sumber juga menekankan, walau perkembangan digital begitu pesat utamanya AI, keluarga harus kembali membudayakan baca, tulis, utarakan dan dengarkan. Budaya inilah salah satu cara membentengi dan menjaga pertumbuhan iman dalam keluarga dari pengaruh negatif kemajuan era digitalisasi.

Selama seminar berlangsung, peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi yang dimoderasi oleh Ny.St.Toni Sitompul Maria br.Sidabutar. Jemaat aktif berdiskusi serta memberikan berbagai tanggapan terkait tantangan pelayanan dan pertumbuhan iman keluarga di era digital.

Seminar yang diselenggarakan Panitia Tahun Transformasi HKBP Jatiwaringin ini mendapat sambutan hangat dari jemaat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperlengkapi keluarga-keluarga Kristen agar semakin kuat dalam iman, bijak menghadapi perkembangan teknologi, serta tetap menjadikan Kristus sebagai pusat kehidupan keluarga.

Melalui seminar ini, HKBP Jatiwaringin menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi pelayanan gereja yang relevan dengan perkembangan jaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Kristiani.

Sesi Tanya Jawab

    Related post