Konferensi Misi dan Penginjilan HKBP Distrik VIII DKI Jakarta “Memulihkan Relasi, Menghidupkan Misi

Konferensi Misi dan Penginjilan HKBP Distrik VIII DKI Jakarta “Memulihkan Relasi, Menghidupkan Misi
Bogor — HKBP Distrik VIII DKI Jakarta melalui Kelompok Kerja (Pokja) Marturia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta menggelar Konferensi Misi & Penginjilan se-HKBP Distrik VIII DKI Jakarta pada Rabu–Kamis, 27–28 Mei 2026, di Wisma Kinasih, Caringin, Bogor. Konferensi ini mengusung tema “Memulihkan Relasi, Menghidupkan Misi” sebagai wujud panggilan gereja untuk memperbarui kehidupan iman serta membangkitkan semangat penginjilan di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 170 peserta yang berasal dari 50 resort dari total 55 resort yang ada di HKBP Distrik VIII DKI Jakarta. Antusiasme peserta mencerminkan kerinduan bersama untuk membangun pelayanan Marturia yang semakin relevan, hidup, dan berdampak di tengah perkembangan zaman.

Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah pembukaan yang berlangsung khidmat. Liturgi dipimpin oleh St. Roni Lumbantobing, sementara Khotbah disampaikan oleh Pdt. Operancis Simanungkalit. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh Magdalena br. Manurung, SE., sebagai Master Ceremony.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Ketua Pelaksana, Ev. Welfried Manurung, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh panitia, Resort, serta peserta yang mendukung terselenggaranya Konferensi tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi pelayanan Marturia di seluruh Distrik.

Ketua Pokja Marturia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, St. Merphin Panggabean, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta untuk menjadikan penginjilan sebagai gaya hidup orang percaya, bukan sekadar program gerejawi.

Sementara itu, Penasehat Pokja Marturia, Ir. Sahat Pasaribu, menekankan pentingnya integritas dalam kehidupan orang Kristen. Ia mengingatkan bahwa konferensi misi dan penginjilan harus mampu melahirkan pribadi-pribadi Kristen yang jujur dan dapat dipercaya.

“Jangan berdusta. Kekristenan harus nyata melalui karakter dan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Kepala Bidang Marturia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Christopel Pasaribu, turut menyampaikan kata sambutan dan menekankan pentingnya penguatan pengajaran iman dalam keluarga sebagai dasar pertumbuhan spiritual jemaat.

Acara hari pertama kemudian dibuka secara resmi oleh Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th. Dalam kesempatan ini, beliau juga hadir sebagai keynote speaker dengan membawakan materi bertajuk “Gereja yang Hidup dan Menghidupkan.”

Dalam pemaparannya, Praeses DKI menegaskan bahwa gereja tanpa misi tidak jauh berbeda dengan perkumpulan sosial biasa. Gereja, menurutnya, bukan hanya tempat berkumpul, bernyanyi, dan menikmati kebersamaan, melainkan harus terus membangun dan memelihara relasi dengan Allah, relasi dengan sesama, serta relasi dalam pelayanan dan program gereja.
Ia juga menekankan pentingnya gereja membentuk “simpul-simpul penginjilan” yang hidup dan berdampak di tengah masyarakat.

Sesi pertama konferensi menghadirkan Pdt. Bernard Manik, M.Th., selaku Kepala Departemen Marturia HKBP, dengan tema “Penginjilan sebagai Relasi.” Sesi ini dimoderatori oleh St. Berlin Manurung.
Dalam pemaparannya, Pdt. Bernard Manik menegaskan bahwa penginjilan bukan sekadar menyampaikan pesan secara verbal, melainkan membangun hubungan yang membawa seseorang semakin dekat kepada Kristus melalui kasih, kepedulian, dan keteladanan hidup.

Selanjutnya, sesi kedua dipandu oleh St. Ev. drg. Nanny Samosir. Pembicara Lukas B. Tandadjaja selaku Ketua EE International Indonesia, dengan moderator Ev. Delima Simatupang, membawakan materi bertema “Menghidupi Injil dari Rumah.”

Melalui materi tersebut, peserta diajak untuk memahami pentingnya memulai penginjilan dari lingkungan keluarga sebagai tempat pertama menghadirkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peserta juga diajak mengenali hakikat dosa, memahami keselamatan di dalam Kristus, serta diperkenalkan pada konsep Evangelism Explosion (EE) sebagai metode penginjilan yang sistematis dan aplikatif.
Usai sesi kedua, konferensi dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Marturia bertajuk “Marturia Berbicara.” Dalam sesi ini, Pdt. Christopel Pasaribu, M.Th., kembali menyoroti pentingnya “Pengajaran Iman dalam Keluarga” yang selaras dengan tema Tahun Orientasi HKBP.

Ia juga memperkenalkan berbagai modul pembinaan dan pengajaran iman yang berfokus pada pengembangan spiritual anak dan keluarga, di antaranya pengajaran iman dalam ruang virtual, kursus Alkitab bagi jemaat, pembinaan keluarga muda, pembinaan orang tua tunggal, pembinaan kaum ama, lansia, perempuan, keluarga pelayan, hingga pembinaan pemuda.

Melalui Konferensi Misi & Penginjilan ini, HKBP Distrik VIII DKI Jakarta berharap seluruh peserta semakin diperlengkapi untuk menghadirkan gereja yang hidup, bertumbuh, dan terus menghidupkan semangat misi di tengah dunia. Semangat penginjilan diharapkan tidak berhenti di ruang konferensi, tetapi diwujudkan secara nyata dalam kehidupan pribadi, keluarga, gereja, dan masyarakat luas.
