Pembekalan Pendampingan Kaum Marginal dan Anak Disabilitas Gelombang III di Rawinala Ditutup dengan Refleksi Pelayanan Inklusif

 Pembekalan Pendampingan Kaum Marginal dan Anak Disabilitas Gelombang III di Rawinala Ditutup dengan Refleksi Pelayanan Inklusif

Pembekalan Pendampingan Kaum Marginal dan Anak Disabilitas Gelombang III di Rawinala Ditutup dengan Refleksi Pelayanan Inklusif

Pembekalan Pendampingan Kaum Marginal dan Anak Disabilitas Gelombang III Digelar di Rawinala
Jakarta, 30 Mei 2026 — Pokja Diakonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta melalui Divisi Kaum Marginal, Anak, dan Disabilitas kembali menggelar kegiatan Pembekalan Pendampingan bagi Kaum Marginal dan Anak Disabilitas Gelombang III di Panti Karya Dwituna Rawinala, Condet, Jakarta Timur, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pembekalan gelombang pertama, yang telah dilaksanakan pada 25 April 2026 lalu dan kedua pada 09 Mei 2026 yang lalu untuk Gelombang ke III.

Pemateri karakteristik anak-anak penyandang disabilitas, khususnya anak dengan autisme dan tunanetra.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga sore hari dan diawali dengan ibadah singkat yang dilayani oleh Pdt. Anggiat Hutabarat, S.Th., selaku PIC Disabilitas. Ibadah berlangsung khidmat dan menjadi dasar rohani bagi seluruh rangkaian pembekalan.

Doa Syafaat Rev. Masriany Sihite, M.Th., M.A. Usai ibadah, Koordinator Divisi Pedampingan Kaum Marginal dan Disabilitas. Pokja Diakonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, , St. Ev. drg. Nani Samosir, menyampaikan sambutan sekaligus memperkenalkan jajaran panitia Pokja Diakonia. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Pokja Diakonia telah menjalankan sejumlah program pelayanan, di antaranya kegiatan penanaman pohon di Gunung Salak serta pengembangan Centra Diakonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta “DD8 Prelove”, serti ini acara 3 DD8.

Dalam sesi materi, Rev. Masriany Sihite, M.Th., M.A., membawakan topik mengenai Paradigma dan Teologi Disabilitas. Melalui pemaparan tersebut, peserta diajak memahami pelayanan disabilitas dari perspektif iman, kasih, dan penerimaan Kristus terhadap semua orang tanpa terkecuali. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan pengurus Rawinala serta penampilan anak-anak Rawinala yang memberikan kesan mendalam dan menyentuh hati seluruh peserta.

Diawali dengan ibadah singkat yang dilayani oleh Pdt. Anggiat Hutabarat, S.Th., selaku PIC Disabilitas Pokja Diakonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta.

Materi berikutnya yang membahas pengenalan karakter anak disabilitas, khususnya anak dengan autisme dan tunanetra. Para peserta juga dibekali keterampilan dasar Orientation and Mobility (OM), yakni kemampuan penting dalam mendampingi penyandang disabilitas agar dapat bergerak dan beraktivitas secara aman dan mandiri.

Doa syafaat dipimpin oleh Rev. Masriany Sihite, M.Th., M.A.

Pelatihan Gelomban I, dan Ke II berbeda ada keudikannya di Gelombang ke III Dimana para pelatih buat kelompok Games denga penyambuk kata dengan Bahasa isyarat.

Sebagai bagian dari praktik pembelajaran, peserta mengikuti simulasi menggunakan blindfold untuk merasakan secara langsung tantangan yang dihadapi penyandang tunanetra. Dalam simulasi tersebut, peserta berjalan menuju ruang makan, mencuci tangan, mengambil makanan, hingga makan dalam kondisi mata tertutup dan dipandu oleh pendamping.

Koordinator Divisi Pendampingan Kaum Marginal dan Disabilitas Pokja Diakonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, St. Ev. drg. Nani Samosir, menyampaikan sambutan.

Pengalaman tersebut memberikan pemahaman nyata tentang pentingnya empati, cara menyapa, mendampingi, menyentuh dengan hati, serta membangun rasa aman bagi penyandang disabilitas.
Rangkaian kegiatan hari itu ditutup dengan sesi refleksi yang dipimpin oleh Rev. Masriany Sihite, M.Th., M.A. Dalam refleksi tersebut, peserta diajak merenungkan kembali panggilan pelayanan gereja kepada kaum disabilitas dengan hati yang penuh kasih dan kepedulian.

Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Praeses menegaskan bahwa pelatihan dasar pendampingan disabilitas merupakan kegiatan yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan gereja, khususnya dalam mendampingi anak-anak berkebutuhan khusus di lingkungan HKBP.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat menjadi informan di gereja masing-masing bahwa Yayasan Rawinala juga menyediakan pelatihan bagi pendampingan anak-anak berkebutuhan khusus,” ujar Praeses.

Acara ditutup dengan refleksi.

    Related post