Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Pembekalan Pelayan Full-Timer dalam Tahun Transformasi

 Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Pembekalan Pelayan Full-Timer dalam Tahun Transformasi

Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Tekankan Pentingnya Pembekalan Pelayan Full-Timer dalam Tahun Transformasi

Jakarta — Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan,  S.Th., membuka pembekalan pelayan Full Timer dalam kata sambutan, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia dalam kegiatan Pembekalan Pelayan Full-Time yang menjadi bagian dari rangkaian Tahun Transformasi Pengajaran Iman di Tengah-Tengah Keluarga. Acara berlangsung dua gelombang gelombang pertama  tanggal 20 April 2026 dan gelombang kedua 21 April 2026, berlangsung di Hotel Lumire hotel jakarta.

Dalam kata sambutannya, Praeses secara khusus mengapresiasi Panitia Tahun Transformasi yang diketuai oleh Dra. Sandra Sidabutar, bersama Sekretaris Umum St. Res. Roberto Sinurat dan Wakil Sekretaris Umum Ferdinan Sibarani, serta seluruh jajaran, termasuk Seksi Acara, Seksi Kesehatan, dan Seksi Konsumsi. Apresiasi juga disampaikan kepada PIC Bidang Pemberdayaan/Pembekalan yang dikoordinir oleh Pdt. Ronald Manalu.

Praeses juga menyampaikan kesaksian iman dan rasa syukur atas pertolongan Tuhan melalui tenaga medis, secara khusus kepada Dr. Todung Silalahi, yang telah melakukan tindakan kateterisasi dan pemasangan ring pada Kamis, 16 April 2026, di RS Ridwan Maureksa, Taman Mini. Ia menyebut bahwa tindakan yang semula direncanakan sebagai pemeriksaan rutin tersebut harus segera dilakukan pada hari yang sama, dan diyakini sebagai bagian dari cara Tuhan menolong agar dirinya dapat kembali pulih dan melanjutkan pelayanan.

Lebih lanjut, Praeses menegaskan bahwa pembekalan bagi pelayan full-time menjadi langkah awal yang strategis dalam rangkaian Tahun Transformasi. Hal ini karena para pelayan full-time merupakan penggerak utama dalam seluruh dinamika pelayanan gereja.

“Kitalah pelaku utama pelayanan. Karena itu, kita harus terlebih dahulu diperlengkapi agar mampu melayani dengan baik, relevan, dan penuh semangat yang baru,” ungkapnya.
Ia juga menilai bahwa kehadiran panitia merupakan wujud nyata dari harapan jemaat agar para pelayan Tuhan senantiasa memiliki bekal yang cukup, baik secara spiritual maupun keterampilan pelayanan yang kontekstual.

Dalam pelaksanaan tugas pelayanan, lanjutnya, para pelayan kerap berhadapan dengan berbagai persoalan jemaat, termasuk luka batin dan konflik relasi. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kemampuan dalam menangani konflik serta menjadi pembawa damai di tengah jemaat.
“Kita diharapkan bukan menjadi sumber konflik, melainkan menjadi pelayan yang mampu menyelesaikan konflik dengan bijaksana,” tegasnya.

Praeses menambahkan bahwa pembekalan ini merupakan langkah awal yang diharapkan dapat mendorong para pelayan untuk terus mengembangkan diri, khususnya dalam bidang konseling dan resolusi konflik melalui pelatihan soft skill yang lebih mendalam.

Ke depan, ia juga menyampaikan harapan agar HKBP Distrik VIII DKI Jakarta dapat mengembangkan layanan Klinik Konselor sebagai wadah pendampingan bagi jemaat yang menghadapi persoalan keluarga maupun gangguan kesehatan mental.

Menutup sambutannya, Praeses berharap seluruh rangkaian kegiatan pembekalan ini dapat berlangsung dengan baik dari awal hingga akhir, serta membawa dampak nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan gereja.

GALERI PHOTO

    Related post