Pelatihan Pelayan Penuh Waktu HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Berakhir Dengan Penuh Sukacita

 Pelatihan Pelayan Penuh Waktu HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Berakhir Dengan Penuh Sukacita

Pelatihan Pelayan Penuh Waktu HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Berakhir Dengan Penuh Sukacita

Jakarta, 21 April 2026 — Hari kedua sekaligus penutup Pelatihan Pelayan Penuh Waktu HKBP Distrik VIII DKI Jakarta berlangsung dengan penuh sukacita di Lumire Hotel and Convention Center, Selasa (21/4). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari gelombang pertama dan menjadi bagian dari program Tahun Transformasi 2026.

Sejak pagi hari, para peserta gelombang kedua tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan registrasi dan penyambutan oleh panitia. Semangat para pelayan terlihat nyata, mencerminkan kerinduan untuk terus bertumbuh dan mengalami transformasi dalam pelayanan.

Ibadah pembukaan hari kedua dipimpin oleh Pdt. Simon Petra Sihombing, STh, MPdK., yang menghadirkan suasana ibadah penuh penguatan iman sebelum peserta memasuki sesi pelatihan.

Berbeda dengan hari pertama, sambutan dari Ketua Panitia Tahun Transformasi Dra. Sandra Sidabutar serta arahan pastoral dari Praeses tidak disampaikan pada hari kedua, mengingat adanya agenda pelayanan lain yang bersamaan.

Sebelum materi inti dimulai, peserta menerima pembekalan awal mengenai persepsi yang disampaikan oleh Retri Maya Sihombing br. Sinaga, S.Pd., M.Si. Materi ini menekankan pentingnya memahami proses psikologis yang memengaruhi perilaku seseorang, khususnya dalam konteks pelayanan gereja.

Memasuki sesi utama, Pdt. Dr. Julianto Simanjuntak membawakan materi tentang Pastoral Konseling dan Kepemimpinan Pastoral. Ia menegaskan bahwa seorang hamba Tuhan harus menjadi pribadi yang utuh, mampu menggembalakan diri sendiri sebelum menggembalakan orang lain, serta memahami pengembangan identitas, otoritas, dan kapasitas sebagai pemimpin gereja.

Peserta juga diajak untuk merefleksikan pentingnya pemulihan dalam keluarga, termasuk mengenali hambatan kepribadian, luka batin, trauma masa kecil, hingga konflik keluarga yang dapat berdampak pada pelayanan.

Sesi berikutnya menghadirkan Pdt. Dr. Didik Christian Adi Cahyono yang membekali peserta dengan kemampuan resolusi konflik. Dalam sesi ini, peserta dilatih untuk menghadapi dan menyelesaikan konflik secara bijaksana serta konstruktif dalam kehidupan bergereja.

Seluruh rangkaian kegiatan dikoordinatori oleh Pdt. Ronald Manalu, M.Th., selaku penanggung jawab kegiatan (PIC), yang memastikan pelaksanaan pelatihan berjalan dengan tertib dan lancar.

Menjelang penutupan, para peserta bersama narasumber, Praeses, dan Ketua Panitia melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk kebersamaan dan kenangan atas kegiatan pembekalan tersebut.

Pelatihan secara resmi ditutup oleh Pdt. Oloan Nainggolan melalui pengetukan palu sebagai tanda berakhirnya rangkaian Pelatihan Pelayan Penuh Waktu: Pembinaan Fasilitator Pembinaan Ibadah dan Pembinaan Keluarga.

Ibadah penutup dipimpin oleh Pdt. Tiodor E. Silitonga, yang meneguhkan harapan agar seluruh pembekalan yang telah diterima dapat membawa perubahan, mengisi kebutuhan spiritual, serta menjadi bekal dalam meningkatkan kualitas pelayanan di tengah jemaat.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan para pelayan penuh waktu HKBP semakin diperlengkapi untuk melayani dengan integritas, kedewasaan rohani, serta semangat transformasi yang nyata.

    Related post