Pembekalan Calon Sintua dan Pendamping HKBP Resort Cipayung Cilangkap, Praeses DKI Tekankan Pelayanan dengan Tenang dan Sepenuh Hati

Pembekalan Calon Sintua dan Pendamping HKBP Resort Cipayung Cilangkap
JAKARTA — HKBP Resort Cipayung Cilangkap menggelar pembekalan bagi calon Sintua dan pendamping sebagai bagian dari persiapan pelayanan dan penguatan pemahaman terhadap tugas serta panggilan pelayanan gerejawi. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (16/9/2026) pukul 18.00 WIB di Gedung Sekolah Minggu HKBP Resort Cipayung Cilangkap.

Pembekalan diawali dengan ibadah singkat yang dilayani oleh Pendeta HKBP Resort Cipayung Cilangkap, Pdt. Rudianto Silalahi, M.Th. Ibadah menjadi bagian penting untuk mengawali seluruh rangkaian kegiatan dengan menempatkan panggilan pelayanan sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan dan tanggung jawab di tengah kehidupan jemaat.

Sebanyak delapan orang calon Sintua mengikuti pembekalan tersebut, yakni CSt. Eben Ezer Lingga, CSt. Harpenas Tambunan, CSt. Lamhot Marpaung, CSt. Dwarman Simanjorang, CSt. Chandra Sagala, CSt. Saut P. Situmorang, CSt. Jimmy Sigalingging, dan CSt. Riris br. Siahaan.

Dalam rangka memberikan pembekalan yang lebih komprehensif, HKBP Resort Cipayung Cilangkap menghadirkan Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., dan Sekretaris HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Sakarias Simanjuntak, S.Th., M.Pak., sebagai narasumber.
Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., membuka sesi pembekalan dengan menyampaikan materi bertema “Melayani dengan Tenang, Hening, dan Sepenuh Hati.”

Dalam pemaparannya, Pdt. Oloan menekankan pentingnya sikap “hohom” dan “homi” dalam menjalankan tugas pelayanan. Sikap tersebut menjadi pengingat bagi calon Sintua agar mampu menghadirkan ketenangan, keheningan, serta keteguhan hati dalam menjalankan tanggung jawab pelayanan.
Menurutnya, pelayanan di tengah gereja tidak semata-mata berkaitan dengan pelaksanaan tugas, tetapi juga menyangkut ketaatan kepada Allah. Karena itu, seorang Sintua dipanggil untuk menjalankan pelayanan dengan hati yang tertuju kepada Tuhan, tidak mudah terbawa oleh berbagai dinamika yang muncul dalam kehidupan jemaat, serta tetap fokus pada tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya.
Praeses DKI juga mengingatkan bahwa ketenangan dan keheningan merupakan bagian penting dalam membangun sikap seorang pelayan. Dalam menjalankan tugas pelayanan, seorang Sintua perlu memiliki kemampuan untuk mendengar, memahami keadaan jemaat, serta mengambil sikap dengan bijaksana.

“Melayani membutuhkan ketenangan, keheningan, dan ketulusan hati. Seorang Sintua harus tetap berpegang pada ketaatan kepada Allah dan menjalankan tanggung jawab pelayanannya dengan sungguh-sungguh,” demikian pesan yang disampaikan dalam pembekalan tersebut.
Mengakhiri pemaparannya, Pdt. Oloan mengingatkan para calon Sintua agar senantiasa merendahkan diri di hadapan Tuhan dan menyerahkan seluruh proses pelayanan kepada Allah. Menurutnya, kerendahan hati merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang pelayan gereja sehingga pelayanan tidak berpusat pada diri sendiri, melainkan pada kehendak Tuhan dan pembangunan jemaat.
Ia berharap para calon Sintua yang nantinya menerima tugas pelayanan dapat menjadi pelayan yang rendah hati, taat, bertanggung jawab, serta mampu menjadi teladan di tengah keluarga dan jemaat.
Sementara itu, Sekretaris HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Sakarias Simanjuntak, S.Th., M.Pak., menyampaikan pembekalan dengan tema “Parhalado–Sintua.”

Dalam materinya, Pdt. Sakarias mengajak para calon Sintua untuk memahami kembali makna dari istilah Parhalado dan Sintua, sekaligus memahami tugas, tanggung jawab, serta panggilan pelayanan yang melekat di dalamnya.
Ia menekankan bahwa menjadi Sintua bukan sekadar menerima suatu jabatan dalam struktur gereja, melainkan merupakan panggilan untuk melayani dan turut ambil bagian dalam membangun kehidupan jemaat. Oleh sebab itu, seorang Sintua perlu memiliki pemahaman yang baik mengenai tugas pelayanannya serta mampu menjalankannya dengan penuh tanggung jawab.
Pdt. Sakarias Simanjuntak, S.Th., juga mengingatkan bahwa perjalanan pelayanan seorang Sintua tidak terlepas dari berbagai tantangan. Dinamika kehidupan jemaat membutuhkan kedewasaan, kesabaran, kebijaksanaan, serta kemampuan untuk menjaga komunikasi dan kebersamaan di tengah jemaat.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut menyoroti pentingnya dukungan keluarga bagi seorang Sintua. Pelayanan yang dijalankan di tengah gereja membutuhkan pengertian dan dukungan dari keluarga sehingga tugas pelayanan dapat dilaksanakan dengan baik tanpa mengabaikan tanggung jawab dalam kehidupan keluarga.
Pembekalan berlangsung dalam suasana penuh perhatian dan kekeluargaan. Para calon Sintua mengikuti setiap materi dengan serius dan mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pemahaman mengenai tugas serta panggilan pelayanan yang akan mereka emban.
Pembekalan ini sekaligus menjadi bagian dari proses mempersiapkan para calon Sintua agar mampu mengambil bagian dalam pelayanan gereja secara sungguh-sungguh dan menjadi mitra pelayanan yang membangun kehidupan jemaat di HKBP Resort Cipayung Cilangkap. Pada kesempatan ini turut hadir Pdt. Hotnida Lisbet Siagian, S.Th., sebagai fungsional HKBP Resort Cipayung Cilangkap.