Menuju Generasi Remaja Bebas AIDS

 Menuju Generasi Remaja Bebas AIDS

*Diak. Berlina Sibagariang
Sekretaris Eksekutif HKBP AIDS Minsitry (HAM)

Masa remaja adalah adalah masa transisi yang perlu dicermati dalam perubahan fisik, psikis, maupun sosial. Remaja perlu dibekali dalam persiapan melanjutkan sekolah (continue learning), mencari pekerjaan (start working), memulai kehidupan berkeluarga (form families), menjadi anggota masyarakat (exercise citizenship), mempraktikkan hidup sehat (practice healthy life).

Masa transisi remaja tentu sangat rentan dengan pergaulan bebas, seks berisiko, dan narkoba. Pada awalnya coba-coba dan akhirnya menjadi kecanduan, dan tanpa sadar telah membuka pintu masuk Virus HIV yang menyebabkan AIDS.

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Sedangkan AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiancy Syndrome, yaitu kondisi tubuh yang mempunyai gejala penyakit karena system kekebalan tubuh telah dirusak HIV, sehingga penyakit-penyakit menjadi mudah masuk ketubuh manusia.

Orang yang terpapar HIV tidak menunjukkan gejala atau tanda-tanda, hingga berlangsung 2-10 tahun ataupun lebih. Virus HIV merusak sistem kekebalan tubuh  manusia hingga sampai kepada tahap AIDS. Jika sudah sampai ke tahap AIDS maka akan muncul gejala-gejala seperti: berat badan menurun lebih dari 10% dalam waktu singkat, demam tinggi berkepanjangan (lebih dari 1 bulan), diare yang berkepanjangan (lebih dari 1 bulan), batuk berkepanjangan, kelainan kulit dan iritasi (gatal), infeksi jamur pada mulut dan kerongkongan, pembengkakan pada kelenjar, dan lain-lain.

HIV hanya hidup di dalam empat cairan yaitu: darah, cairan sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI). Sedangkan penularan HIV adalah dengan:

  1. Hubungan Seksual Beresiko. Penularan HIV ini dapat terjadi melalui kebiasaan melakukan hubungan seksual dengan orang HIV positif tanpa alat pelindung (kondom), baik heteroseksual maupun homoseksual.
  1. Transfusi Darah. Penularan dapat terjadi melalui penerimaan transfusi darah dari sumber terpapar HIV. Kemungkinan risiko terjangkit HIV melalui transfusi darah lebih tinggi lebih dari 90%.
  1. Jarum Suntik. Menggunakan jarum suntik bekas pakai, utamanya yang mengandung darah terpapar HIV sangat beresiko menularkan penyakit ini. Salah satu penularan yang sangat efisien adalah pemakai narkoba suntik yang memakai jarum suntik secara bersama-sama.
  1. Ibu Hamil ODHA. Penularan ini dapat terjadi dari ibu hamil HIV positif yang belum terapi ARV kepada bayinya. Penularan ini berlanjut pada saat proses persalinan, menyusui dan atau pemberian ASI.

Meskipun terlihat mengkhawatiran, namun anda tidak perlu takut hidup bersama orang dengan HIV, karena penularannya tidak mudah.

Sumber Foto : Merdeka.com

HIV tidak menular melalui kontak biasa. HIV tidak menular ketika bersalaman, berciuman, batuk atau bersin, menggunakan telepon atau kloset umum, tempat duduk.  Anda juga tidak perlu khawatir sebab HIV tidak menular malalui alat makan dan minuman, tinggal serumah dengan ODHA, gigitan nyamuk. Pastinya Virus HIV cepat mati jika berada diluar tubuh pengidapnya.

Saat ini obat penanggulangan HIV sudah ada meski tidak menghilangkan HIV. Obat dimaksud mampu menekan virus hingga pada akhirnya tidak terdeteksi.

Pencegahan awal penyebaran Virus HIV dan AIDS semestinya harus dimulai dari awal, utamanya pada generasi muda. Generasi muda dapat memutus penyebaran virus dan penyakit ini dengan dengan formula  A B C D E: . Abstinence:  tidak melakukan hubungan seks beresiko. Be faithful : Setia dan jangan ganti-ganti pasangan. Condom: menggunakan alat pelindung jika melakukan perilaku beresiko. No Drug: jangan menggunakan narkoba apalagi menggunakan jarum suntik. Education: saling berbagi pengajaran dan pendidikan yang baik.

Secara etis, generasi muda semestinya dibekali pendidikan seks. Pendidikan seks bukan hal yang tabu. Keluarga, sekolah, gereja harus hadir untuk memberikan pendidikan seks sejak dini, agar remaja mampu menjaga dirinya terhindar dan kekerasan seksual, dan terhindar dari penyakit infeksi menular (IMS) salah satunya HIV. Pendidikan seks ini juga merupakan wadah untuk mendidik remaja agar melakukan hal-hal yang positif, bertanggung jawab, berprestasi, dan pengembangan diri menuju generasi remaja bebas AIDS.

Digiqole Ad

Frengki Napitupulu

Related post