HKBP Resmikan Pelayanan di Jepang, Ephorus Tekankan Karya Tuhan Melampaui Batas Bangsa

 HKBP Resmikan Pelayanan di Jepang, Ephorus Tekankan Karya Tuhan Melampaui Batas Bangsa

HKBP Resmikan Pelayanan di Jepang, Ephorus Tekankan Karya Tuhan Melampaui Batas Bangsa

JEPANG — Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) resmi membuka pelayanan di Jepang melalui ibadah peresmian yang berlangsung penuh sukacita pada Minggu Kantate, 3 Mei 2026. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan pelayanan internasional HKBP, sekaligus menegaskan komitmen gereja dalam menjangkau umat lintas bangsa dan budaya.

Peresmian pelayanan ini merupakan bagian dari kerja sama pelayanan (joint ministry) antara HKBP dan JELC Japan Evangelical Lutheran Church, yang diwujudkan melalui berdirinya gereja dengan nama Huria Indonesia in Aichi. Ibadah peresmian dipimpin langsung oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST., didampingi Kepala Departemen Marturia, Pdt. Bernard Manik, M.Th., Pdt.David Sibuea, D.Min (mantan Sekjen HKBP) Pdt. Hirotaka Tokuhiro (Japan Evangelical Lutheran Church Jepang, Bishop Tokai Distrik), serta dihadiri sejumlah tokoh gereja dan tamu undangan.

Dalam sambutannya, Ephorus menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya peresmian tersebut. Ia menegaskan bahwa kehadiran HKBP di Jepang merupakan bukti nyata karya Tuhan yang terus berkembang melampaui batas geografis, bangsa, dan budaya.

“Peristiwa iman ini menjadi kesaksian bahwa Tuhan terus bekerja, menuntun gereja-Nya untuk menjangkau lebih luas dan menjadi berkat bagi banyak orang,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk terus menopang pelayanan gereja, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, melalui doa dan dukungan nyata, agar pelayanan tetap berjalan dalam tuntunan Roh Kudus.
Ibadah peresmian ini juga dirangkaikan dengan penahbisan tiga orang Sintua pertama dalam sejarah pelayanan HKBP di Jepang, yakni St. Duaman Silalahi, St. Daniel Sitinjak, dan St. France Willies Siahaan.

Penahbisan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat struktur pelayanan gereja di tengah jemaat.
Pelayanan HKBP di Jepang sendiri dipimpin oleh Pdt. Debora F. Sinaga, M.Th., yang selama ini melayani sebagai misionaris HKBP di Jepang. Kehadiran gereja ini disambut antusias oleh sekitar 300 warga Indonesia, khususnya jemaat HKBP yang bekerja dan berdomisili di berbagai wilayah di Jepang.

Suasana peresmian semakin semarak dengan nuansa budaya Batak yang kental. Para pemuda/i HKBP yang hadir turut menampilkan tortor sebagai ungkapan sukacita, bahkan secara simbolis “mambuat tua ni godang” sebagai bentuk dukungan terhadap pelayanan gereja yang baru diresmikan.

Acara ini juga dihadiri perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo, Muhammad Al Aula, serta sejumlah tokoh gereja dan undangan dari Indonesia, antara lain Pdt. Jhon Osten Matondang, S.Th., (Kabiro Diakoni Sosial), Diak. Dr. Risma Siregar (Direktur Hephata), alumni Asian Rural Institute Jepang, serta perwakilan dari JELC, Pastor Hirotaka Tokuhito.

Ephorus berharap agar kehadiran HKBP di Jepang dapat menjadi terang dan berkat bagi banyak orang, serta menghadirkan nilai-nilai kasih, damai sejahtera, dan pengharapan di dalam Kristus.

“Kiranya setiap karya pelayanan memancarkan kasih dan pengharapan, sehingga kehadiran gereja sungguh menjadi berkat bagi dunia,” tuturnya.

Peresmian ini menandai babak baru pelayanan HKBP di kancah global, sekaligus memperkuat peran gereja dalam membangun iman jemaat di perantauan.

Menutup rangkaian acara, Ephorus mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa memuliakan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. “Bagi Dialah segala hormat, pujian, dan kemuliaan, dari sekarang sampai selama-lamanya. Amin,” pungkasnya.

    Related post