DEKLARASI GERAKAN PILAH SAMPAH DISTRIK VIII JAKARTA: Libatkan 82 Gereja dan 200 Ribu Warga Jemaat

Ephorus HKBP Pdt. Victor Tinambunan dan Menteri Lingkungan Hidup RI hadir dalam Deklarasi Pilah Sampah HKBP Distrik VIII DKI Jakarta di Sopo Marpingkir HKBP, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026).
HKBP Distrik VIII DKI Jakarta mendeklarasikan Gerakan Pilah Sampah, melibatkan 82 gereja dan lebih dari 200 ribu jemaat. Kegiatan berlangsung di Gedung Sopo Marpingkir HKBP, Jakarta Timur, Kamis (20/8/2026) pukul 08:00 WIB. Dihadiri Ephorus HKBP Pdt. Victor Tinambunan, MST., Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Jakarta Timur, Fauzi, serta sejumlah pejabat Kementerian dan Dinas Lingkungan Hidup.
Pejabat lingkungan hidup yang hadir antara lain Erik Teguh Primantoro, SAM Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan; Vinda Damayanti Ansjar, Plh Deputi PSLB3; Hanifah Dwi Nirwana, SAM Hubungan Antarlembaga Pusat dan Daerah; Firdaus Alim Damopolii, Direktur Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun; Dudi Gardesi Asikin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta; serta Wali Kota Jakarta Timur Dr. Munjirin.
Gerakan ini digagas Pokja Diakonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Kabid Diakonia Pdt. Operancis Simanungkalit, S.Th., dengan St. Rusman Sagala sebagai Ketua Pokja, khususnya melalui Divisi Lingkungan Hidup.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin mengatakan, dalam kebijakan pengelolaan sampah, mengajak seluruh elemen masyarakat, instansi, kawasan permukiman hingga rumah ibadah untuk melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.
Pemilahan dilakukan dalam tiga kategori utama, yakni sampah organik, sampah anorganik yang dapat didaur ulang, dan sampah residu. Gerakan tersebut ditargetkan mampu mendorong pemilahan sampah hingga 100 persen dari sumber, sehingga hanya sampah residu yang benar-benar tidak dapat dimanfaatkan kembali yang dikirim ke TPST Bantar Gebang.
“Gerakan pilah sampah dari sumber diharapkan tidak berhenti pada kegiatan deklarasi, tetapi menjadi kebiasaan yang diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Komitmen tersebut sekaligus menjadi bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga bumi untuk generasi mendatang,” kata Dudi.

Deklarasi Pilah Sampah dibacakan Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th. Dalam deklarasi itu, warga HKBP Distrik VIII DKI Jakarta menyatakan komitmen untuk:
Pertama, mewujudkan gereja hijau melalui perubahan perilaku dengan menjadikan pemilahan sampah sebagai budaya dan gaya hidup di lingkungan gereja dan rumah tangga.
Kedua, melaksanakan Gerakan Pilah dan Olah Sampah melalui pemilahan, pembatasan, pemanfaatan kembali, serta pengolahan sampah.
Ketiga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan membiasakan penggunaan produk guna ulang yang ramah lingkungan, sehingga menjadi budaya serta gaya hidup sehari-hari di lingkungan gereja dan rumah tangga.
Keempat, gereja berkolaborasi dan berpartisipasi dengan mitra dalam mewujudkan gereja sebagai pelopor pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Pembacaan deklarasi didampingi perwakilan 10 gereja HKBP yang ada di Ibukota DKI Jakarta sebagai pencanangan, serta diikuti bersama oleh jemaat yang menyatakan komitmen deklarasi.

Usai pembacaan deklarasi, Praeses HKBP bersama Ephorus HKBP Pdt. Victor Tinambunan, MST., Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat, serta Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Lingkungan Hidup Kota Jakarta Timur Fauzi melakukan launching deklarasi melalui tanda tangan digital “Touch-Screen Interaction”, sebagai penanda resmi kerja sama Gerakan Pilah Sampah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan talkshow pengelolaan sampah yang menghadirkan Agus Rusly, S.Pi., M.Si., Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup, bersama Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min.
Talkshow menjadi ruang diskusi untuk memperkuat pemahaman dan komitmen jemaat dalam menerapkan gerakan pilah sampah dari sumber. Pengelolaan sampah tidak hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari perubahan perilaku masyarakat dan upaya membangun ekonomi sirkular.

Dalam diskusi ditekankan pentingnya pemilahan sampah sejak dari sumber. Sampah organik, anorganik yang masih memiliki nilai guna, serta sampah residu perlu dipisahkan agar dapat dikelola secara tepat dan memberikan manfaat lebih besar bagi lingkungan.
Dengan melibatkan 82 gereja dan lebih dari 200 ribu jemaat, HKBP Distrik VIII DKI Jakarta diharapkan mampu memperluas gerakan pengelolaan sampah berbasis komunitas, mulai dari rumah tangga, lingkungan gereja hingga masyarakat.

Keterlibatan gereja juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Gerakan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan deklarasi, tetapi menjadi kebiasaan dan gaya hidup jemaat sehari-hari.
Melalui deklarasi dan talkshow ini, HKBP Distrik VIII DKI Jakarta bersama pemerintah memperkuat sinergi dalam mewujudkan gereja hijau, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah, mendukung ketahanan iklim, serta menjaga bumi bagi generasi mendatang. (HT/red)
Galeri Foto:



