PRAESES DKI DAMPINGI INA HANNA BERANGKLUNG HKBP DISTRIK VIII DKI JAKARTA MELAYANI DI HKBP YOGYAKARTA

PRAESES DKI DAMPINGI INA HANNA BERANGLUNG HKBP DISTRIK VIII DKI JAKARTA MELAYANI DI HKBP YOGYAKARTA
YOGYAKARTA — Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., memimpin pelayanan ibadah Minggu XXII Setelah Trinitatis di HKBP Resort Yogyakarta, Minggu (1/11/2026). Pelayanan tersebut menjadi salah satu rangkaian perjalanan wisata rohani Angklung Ina Hanna HKBP Distrik VIII DKI Jakarta ke Solo dan Yogyakarta, sekaligus momentum mempererat persekutuan melalui pelayanan musik angklung.

Ibadah Minggu tersebut mengangkat tema “Mangolu Hombar Tu Lomo ni Roha ni Debata”, berdasarkan 1 Tesalonika 2:8–12. Melalui tema ini, jemaat diajak untuk menjalani kehidupan yang senantiasa selaras dengan kehendak Allah, menghidupi kasih, serta menunjukkan keteladanan iman dalam kehidupan sehari-hari. Dalam ibadah tersebut, pujian dan persembahan musik menjadi bagian yang memperkaya suasana persekutuan. Ina Hanna Berangklung HKBP Distrik VIII DKI Jakarat turut mengambil bagian dengan mempersembahkan pujian melalui permainan angklung berjudul “Selamatlah Jiwaku dan Tak Satupun”. Persembahan tersebut menjadi ungkapan pujian dan syukur kepada Tuhan melalui harmonisasi musik tradisional yang dibawakan dengan penuh penghayatan.
Selain itu, pelayanan pujian juga dipersembahkan oleh Koor Ina Kamis HKBP Yogyakarta dan Koor Ama HKBP Yogyakarta. Liturgis dalam ibadah tersebut dilayani oleh St. Dra. Roria br. Nadeak, sedangkan pembacaan warta jemaat disampaikan oleh St. Hotma Pasaribu, B.Sc. Dalam khotbahnya, Pdt. Oloan Nainggolan menyampaikan pesan reflektif dengan mengilustrasikan kehidupan manusia melalui bambu yang menjadi bahan dasar pembuatan alat musik angklung. Menurutnya, bambu memiliki karakter yang lentur, kuat, dan mempunyai rongga di dalamnya. Rongga tersebut dapat menjadi gambaran ruang kehidupan manusia yang perlu diisi dengan hal-hal baik dan bermakna.

Praeses menjelaskan bahwa besar kecilnya rongga pada bambu turut memengaruhi karakter suara yang dihasilkan ketika menjadi bagian dari angklung. Bambu dengan rongga yang lebih besar menghasilkan karakter suara yang berbeda dari bambu dengan rongga lebih kecil. Perbedaan tersebut justru menjadi kekayaan dalam menghasilkan harmonisasi musik. Lebih lanjut, ia mengajak jemaat untuk memahami bahwa kehidupan manusia juga memiliki berbagai perbedaan, baik dalam karakter, kemampuan, latar belakang, maupun peran masing-masing. Namun, sebagaimana setiap potongan bambu dalam angklung menghasilkan nada yang berbeda, semuanya dapat berpadu menjadi irama yang indah apabila dimainkan dengan tempo, ketukan, dan arahan yang tepat dari seorang pelatih.

Melalui ilustrasi tersebut, jemaat diajak untuk membangun kehidupan bersama dalam kebaikan dan keindahan. Perbedaan hendaknya tidak menjadi penghalang untuk hidup dalam kebersamaan, melainkan menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan menghasilkan keharmonisan di bawah tuntunan Tuhan. Usai mengikuti rangkaian ibadah dan pelayanan di HKBP Resort Yogyakarta, rombongan Angklung Ina Hanna HKBP Distrik VIII DKI Jakarta melanjutkan perjalanan dengan mengunjungi Pasar Beringharjo, salah satu pasar tradisional paling terkenal dan bersejarah di Kota Yogyakarta.
Pasar Beringharjo merupakan salah satu ikon wisata budaya sekaligus pusat perdagangan tradisional yang menjadi bagian dari sejarah dan kehidupan masyarakat Yogyakarta. Kunjungan tersebut dimanfaatkan oleh rombongan untuk menikmati suasana pasar, mengenal kekayaan produk lokal, serta berbelanja berbagai oleh-oleh khas Yogyakarta. Memasuki Senin (2/11/2026), yang merupakan hari terakhir perjalanan wisata rohani, Angklung Ina Hanna HKBP Distrik VIII DKI Jakarta melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Svarga Wisata VW Safari Borobudur.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menikmati pengalaman wisata menggunakan kendaraan Volkswagen (VW) dengan menyusuri jalan-jalan pedesaan yang asri, hamparan persawahan, serta panorama perbukitan Menoreh yang menjadi daya tarik kawasan Borobudur. Perjalanan ini memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta untuk menikmati suasana pedesaan dan keindahan alam kawasan Borobudur dari sudut pandang yang berbeda. Selain menikmati panorama alam, rombongan juga berkesempatan mengunjungi sejumlah sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Berbagai produk kerajinan dan olahan masyarakat diperkenalkan kepada rombongan, antara lain pembuatan gula jawa, gerabah, batik, rengginang, kopi, serta berbagai produk lokal lainnya. Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mengenal kreativitas masyarakat setempat sekaligus melihat secara langsung potensi ekonomi kreatif yang tumbuh di tengah kehidupan masyarakat. Setelah seluruh rangkaian kegiatan wisata, kunjungan budaya, dan kebersamaan selesai dilaksanakan, perjalanan wisata rohani Angklung Ina Hanna HKBP Distrik VIII DKI Jakarta di Solo dan Yogyakarta secara resmi ditutup oleh Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th. Selanjutnya, seluruh rombongan bertolak kembali menuju Jakarta dengan membawa pengalaman, kenangan, serta sukacita dari perjalanan selama empat hari tersebut.
Wisata rohani yang berlangsung pada 30 Oktober hingga 2 November 2026 ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk menikmati berbagai destinasi wisata dan kekayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum memperkuat iman, mempererat persaudaraan, serta membangun kebersamaan di antara anggota Ina Hanna.



