HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Bekali Keluarga Muda Melalui Seminar “Ekklesia Domestika”

 HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Bekali Keluarga Muda Melalui Seminar “Ekklesia Domestika”

HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Bekali Keluarga Muda Melalui Seminar “Ekklesia Domestika”

Jakarta, 18 Juli 2026 – Panitia Transformasi Pengajaran Iman Keluarga HKBP Distrik VIII DKI Jakarta menggelar Seminar dan Workshop Parenting bertajuk “Ekklesia Domestika: Keluarga sebagai Basis Transformasi Iman dan Pelayanan” di HKBP Tebet, Jakarta, Sabtu (18/7/2026). Kegiatan ini diikuti keluarga-keluarga muda dari berbagai resort HKBP di wilayah DKI Jakarta sebagai bagian dari upaya memperkuat peran keluarga sebagai pusat pertumbuhan iman dan pelayanan.

Acara diawali dengan ibadah pembukaan yang dipimpin Pdt. Joseph Butarbutar, S.Th., M.Pd.K. dengan liturgis St. Bernard Siahaan, kemudian dilanjutkan sesi ice breaking yang dipandu Wilfried Siregar selaku Master of Ceremony.

Dalam khotbah yang mengangkat nas 1 Petrus 3:10–11, Pdt. Joseph menegaskan bahwa keluarga adalah “gereja pertama” bagi setiap anggotanya. Menurutnya, keluarga yang harmonis tidak dibangun semata-mata oleh kemapanan ekonomi atau pendidikan, tetapi oleh karakter Kristiani yang diwujudkan melalui kasih, komunikasi yang sehat, keteladanan, dan pengampunan.

“Firman Tuhan mengajarkan bahwa kebahagiaan keluarga tidak dimulai dari materi, tetapi dari karakter setiap anggota keluarga,” ujarnya.

Ia menjelaskan tiga prinsip membangun keluarga Kristen, yakni menjaga perkataan agar menjadi berkat bagi sesama anggota keluarga, menjadi teladan melalui kehidupan yang mencerminkan kasih Kristus, serta membangun budaya damai dengan saling mengampuni. Menurutnya, keteladanan orang tua merupakan warisan terbesar yang akan membentuk karakter anak dan menjadikan keluarga sebagai “gereja rumah” yang melahirkan generasi beriman.

Memasuki sesi seminar, peserta memperoleh pembekalan dari Pdt. Prof. Binsar J. Pakpahan, Ph.D., dengan moderator Pdt. Lilis F. Tambunan, S.Th., M.M.. Dalam paparannya, Pdt. Prof. Binsar mengulas konsep Ekklesia Domestika, yaitu keluarga sebagai gereja rumah yang menjadi tempat pertama pembentukan iman, karakter, dan nilai-nilai Kristiani.

Ia menekankan bahwa transformasi gereja harus dimulai dari transformasi keluarga. Ketika keluarga menjadi ruang belajar kasih, pengampunan, tanggung jawab, dan pelayanan, gereja akan memiliki jemaat yang semakin dewasa dalam iman dan siap menjadi berkat bagi masyarakat. Seminar berlangsung interaktif dengan sesi diskusi mengenai tantangan membangun keluarga Kristen di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
Ketua Panitia, St. G. Nainggolan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan membekali para orang tua dan keluarga muda mengenai pola pengasuhan anak yang berlandaskan nilai-nilai Kristiani, mulai dari membangun komunikasi, memenuhi kebutuhan emosional, mental, sosial, hingga membentuk karakter anak yang tangguh dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Umum Panitia Transformasi Pengajaran Iman Keluarga HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Dra. Sandra Sidabutar, menegaskan bahwa keluarga merupakan pilar utama dalam transformasi gereja. Karena itu, pembinaan keluarga harus terus dilakukan agar setiap rumah tangga Kristen mampu melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, dan memiliki semangat melayani.

Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., mengapresiasi terselenggaranya seminar tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen HKBP dalam memperlengkapi keluarga-keluarga Kristen agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai iman.

Ia berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari sehingga setiap keluarga sungguh menjadi pusat pembentukan iman, karakter, dan pelayanan.

Melalui Seminar dan Workshop “Ekklesia Domestika: Keluarga sebagai Basis Transformasi Iman dan Pelayanan”, HKBP Distrik VIII DKI Jakarta kembali menegaskan komitmennya mewujudkan tema Tahun Transformasi 2026: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga. Transformasi gereja diyakini berawal dari keluarga yang hidup dalam kasih Kristus, sehingga mampu melahirkan generasi yang kuat dalam iman, setia melayani, serta menjadi berkat bagi gereja, masyarakat, dan bangsa.

    Related post