Ibadah Puncak Paskah Raya HKBP 2026 Penuh Sukacita di Seminarium Sipoholon

Ibadah Puncak Paskah Raya HKBP 2026 Penuh Sukacita di Seminarium Sipoholon
Sipoholon — Ibadah Puncak Perayaan Paskah Raya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Tahun 2026 berlangsung khidmat, meriah, dan penuh sukacita di Seminarium HKBP Sipoholon, Jumat (8/5/2026), Ibadah Berlangsung Pukul 09.00 WIB. Ribuan jemaat dari berbagai distrik HKBP hadir memadati lokasi ibadah dalam perayaan iman yang mengangkat tema “Kristus Telah Bangkit: Iman Bertumbuh di Tengah Keluarga” berdasarkan 2 Korintus 5:17.


Perayaan Paskah Raya HKBP 2026 digelar selama dua hari, 7–8 Mei 2026, diawali dengan Pawai Obor Paskah dari Pearaja Tarutung menuju Sopo Partungkoan, dan mencapai puncaknya melalui ibadah raya di Seminarium HKBP Sipoholon.

Suasana sukacita tampak sejak awal kegiatan dengan prosesi arak-arakan yang berlangsung tertib dan penuh semangat. Barisan prosesi diawali oleh Marching Band SMP Swasta HKBP Sipoholon dan Marching Band SMA 1 HKBP, dilanjutkan peserta PPD dari 32 distrik, peniup terompet, STB dan STD, Distrik II Silindung, hingga rombongan STGH.
Prosesi menuju tempat ibadah turut diiringi musik tradisional Batak dan musik tiup yang menambah nuansa sakral dan budaya dalam perayaan tersebut. Barisan prosesi terdiri dari pengkhotbah, pembawa Alkitab, pembawa salib, pimpinan HKBP, kepala biro, para Praeses HKBP, Ketua Umum Paskah Raya, serta para undangan lainnya.

Ibadah dipimpin secara liturgis oleh Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Rikson Mangapul Hutahaean, M.Th., Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min., bersama Praeses HKBP Distrik II Silindung, Pdt. Drs. Donald Sianturi, M.Div. Liturgi juga dibawakan oleh Diakones, utusan Sintua, Bibelvrouw, Guru Huria, dan pendeta fungsional. Sementara doa syafaat dipimpin oleh Pdt. Bernard Manik, M.Th., Kepala Departemen Marturia HKBP.

Dalam khotbahnya, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, menegaskan pentingnya hidup “di dalam Kristus” sebagai dasar pertumbuhan iman keluarga Kristen di tengah tantangan zaman modern.
Mengangkat tema “Kristus Telah Bangkit: Iman Bertumbuh di Tengah Keluarga”, Ephorus menyampaikan bahwa manusia masa kini menghadapi berbagai persoalan kehidupan, mulai dari pudarnya kasih, hilangnya pengharapan, kegelisahan jiwa, hingga kaburnya arah hidup akibat semakin jauhnya manusia dari Kristus.

“Di tengah dunia yang bergerak begitu cepat dan sering menggoyahkan hati manusia, orang percaya dipanggil bukan sekadar bertahan, melainkan tinggal melekat kepada Kristus,” ujar Ephorus dalam khotbahnya.

Ia mengutip Yohanes 15:5 tentang ajakan Yesus untuk “tinggal di dalam Aku” serta menegaskan inti teologi Paulus dalam 2 Korintus 5:17 mengenai kehidupan baru “di dalam Kristus”.
Menurutnya, hanya di dalam Kristus manusia menemukan damai, arah hidup, dan pembaruan sebagai ciptaan baru.
“Tinggal di dalam Kristus bukan sekadar identitas iman, melainkan sumber kekuatan, pengharapan, dan kehidupan yang terus berbuah di tengah dunia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ephorus HKBP juga menyampaikan apresiasi kepada panitia Paskah Raya HKBP 2026 yang dipimpin Dra. Sandra Sidabutar bersama seluruh tim atas penyelenggaraan kegiatan Paskah Raya, termasuk program pasar murah yang disubsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain ibadah raya, kegiatan juga diisi dengan Perjamuan Kudus yang dipimpin Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, bersama para petugas pelayanan Perjamuan Kudus.

Perayaan Paskah Raya HKBP 2026 turut dimeriahkan dengan penampilan fragmen Paskah, pujian rohani, musik gereja, serta pagelaran seni dan budaya yang melibatkan berbagai unsur pelayanan dan generasi muda gereja.
Sekitar 3.000 jemaat dan undangan hadir mengikuti ibadah puncak tersebut dengan penuh khidmat dan sukacita. Paskah Raya HKBP 2026 tidak hanya menjadi momentum ibadah dan perayaan kebangkitan Kristus, tetapi juga menjadi sarana mempererat persekutuan jemaat, memperkuat pelayanan kasih, dan menghadirkan kesaksian gereja di tengah masyarakat.

Melalui rangkaian kegiatan seperti Pawai Obor, Ibadah Raya, Pasar Murah, hingga Pagelaran Seni dan Budaya, HKBP berharap semangat kebangkitan Kristus semakin nyata dalam kehidupan jemaat, keluarga, dan masyarakat luas.

