Seminar Lansia HKBP Petukangan “Relevansi Kekristenan di Era Globalisasi”

 Seminar Lansia HKBP Petukangan “Relevansi Kekristenan di Era Globalisasi”

HKBP Petukangan Resort Petukangan menggelar Seminar Sehari Persekutuan Lansia dengan tajuk “Relevansi Kekristenan di Era Globalisasi”. Kegiatan berlangsung pada Sabtu (17/9/2022), bertempat di gedung Gereja HKBP Petukangan, Jakarta Selatan, mulai pukul 09.00 WIB.

Kegiatan seminar sehari menghadirkan dua orang narasumber yakni Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Pdt. Bernard Manik, M.Th yang menyajikan materi dengan judul “Relevansi Kekristenan di Era Globalisasi dalam bingkai kesehatian lansia” dan Prof. Wesley B.P Simanjuntak, M.Ed, Ph.D dengan judul “Relevansi kekristenan di era globalisasi dipandang dari sisi pendidikan”.

Praeses Bernard Manik

Praeses Bernard Manik mengawali pemaparannya melalui games yang bertujuan mengajak peserta seminar menyadari bahwa sebagai manusia harus mampu menyesuaikan diri di tengah perubahan yang begitu cepat di era globalisasi.

Prof. Wesley Simanjuntak

Lebih lanjut Praeses Manik juga menyampaikan bahwa globalisasi di samping memiliki dampak negatif dalam kehidupan kekristenan, namun ada juga dampak positifnya diantaranya menawarkan kehidupan yang lebih dengan iptek bahkan penghayatan iman lewat sarana dan prasarana yang mendukung, khususnya di masa pandemi seperti pemberitaan firman lewat media dan juga pelaksanaan ibadah dan sermon kategorial secara virtual.

Sementara itu, Prof. Wesley Simanjuntak yang merupakan Guru Besar dan Dosen di Perguruan Tinggi dalam pemaparannya terkait tema seminar dari sisi pendidikan, ia berupaya memberi solusi untuk menyelamatkan generasi Kristen dari dampak negatif era globalisasi.

“Solusi ini sederhana namun sulit untuk melaksanakannya,” kata Prof. Wesley.

Pdt. Sabam Sirait

Solusi yang ditawarkan adalah agar jemaat atau orang tua kembali memperhatikan dan bertekun serta sungguh-sungguh dalam melakukan pendidikan informal yaitu pendidikan di dalam keluarga. Pendidikan tersebut berupa nasihat atau pengajaran dasar-dasar iman Kristen, budi pekerti, budaya dan perilaku yang baik disertai konsekuensi yang akan dihadapi anak jika tidak mengikuti atau melaksanakannya.

“Pendidikan informal itu jangan kita sepelekan, sebab di saat kita membawa anak-anak menerima baptisan di gereja, kita berjanji kepada Tuhan untuk mendidik dan mengajar mereka di jalan yang diajarkan Tuhan Yesus,” ujar Prof. Wesley yang sudah berusia 83 tahun itu.

Seminar sehari persekutuan lansia berlangsung dengan interaktif. Meski sudah berusia lanjut, para lansia HKBP Petukangan secara aktif terlibat dalam diskusi melalui berbagai pertanyaan yang menarik dan membangun serta menambah wawasan.

Liberti Pasaribu

Ketua persekutuan lansia HKBP Petukangan Liberti Pasaribu menyampaikan terima kasihnya atas kehadiran peserta dan narasumber yang memberikan materi. Dalam laporannya ia menerangkan bahwa kegiatan seminar merupakan salah satu program pelayanan persekutuan lansia tahun 2022 yang bertujuan menambah wawasan jemaat yang sudah lanjut usia.  

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik. Acara diawali dengan ibadah yang dilayani liturgis St. M. Ambarita, khotbah disampaikan Pdt. Sabam Sirait (Pendeta HKBP Resort Petukangan) dan ibadah penutup dilayani Pdt. Nurista Simanjuntak.

Seminar Lansia
Digiqole Ad

Related post