PLD HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Merubah Sampah Menjadi Emas

 PLD HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Merubah Sampah Menjadi Emas

PLD HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Merubah Sampah Menjadi Emas

Persekutuan Lansia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta mendorong gerakan kepedulian lingkungan melalui pengelolaan sampah menjadi produk yang kembali bermanfaat.

Gerakan ini untuk membangun kesadaran jemaat dan keluarga agar terlibat langsung menjaga lingkungan melalui langkah-langkah sederhana dan berkelanjutan.

Salah satu langkah konkret dilakukan melalui pelatihan pembuatan sampah menjadi tas berbahan tutup botol di Gedung AB Universitas Kristen Indonesia, Jakarta, Kamis (01/10/2026).

Program tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi gerakan bersama di lingkungan Gereja, sekaligus membuka peluang bagi warga jemaat gereja  untuk memproduksi kerajinan tangan seperti tas, dompet dan accecories lainnya.

Sementara itu, Ketua Lansia Dr. Serirama Butarbutar mengatakan pengelolaan sampah merupakan bagian dari pemanfaatan barang bekas yang merusak bumi. Seluruh PLD HKBP Distrik VIII DKI Jakarta berpartisipasi sekaligus menggerakkan sesame lansia untuk untuk sama-sama menanggulangi.

Pelatihan tersebut sekaligus menjadi sarana berbagi pengetahuan dan pengalaman antargereja mengenai cara sederhana mengolah sampah menjadi barang yang memiliki nilai guna bahkan emas.

Keterlibatan sejumlah perwakilan jemaat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui gerakan bersama yang dimulai dari tingkat komunitas.

Turut hadir dalam acara tersebut dari Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta Dinas Lingkungan Hidup,  Dekan FISIPOL Universitas Kristen Indonesia dan Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta yang diwakili Kepala Bidang Koinonia Pdt. Ernawati Hasugian. Dalam momen ini juga dilakukan penandatanganan Kerjasama antara PLD  Bersama Dinas Lingkungan Hidup. Acara juga dilanjutkan dengan  penyerahan Tong Sampah dengan 3 Jenis yakni Hijau Sampah organik seperti sisa makanan, sayuran, daun kering, dan ranting. Sampah ini bisa diolah menjadi pupuk kompos. Kuning: Sampah anorganik atau bahan daur ulang seperti plastik, botol air mineral, dan kaleng. Merah: Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) seperti baterai, pecahan kaca/beling, lampu, dan obat-obatan.

Menariknya, seluruh Lansia yang hadir langsung mempraktekkan bagaimana cara membuat tas pesta menggunakan tutup botol. Mereka sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan dipandu MC Tasya Simanjuntak. Acara juga diisi dengan persembahan angklung oleh Lansia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta serta pemaparan terkait sampah organik dan non-organik oleh Dinas Lingkungan Hidup.

    Related post