Peresmian Centra Diakonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta: “DD8 Prelove” Hadirkan Pelayanan Kasih bagi Sesama
Peresmian Centra Diakonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta
Jakarta, Sabtu (7/3/2026) — HKBP Distrik VIII DKI Jakarta secara resmi meresmikan Centra Pokja Diakonia yang diberi nama DD8 Prelove, pada Sabtu, 7 Maret 2026, bertempat di Jl. Kayu Mas No. 311, Pulo Gadung, Jakarta Timur. Peresmian ini mengangkat tema “Janganlah Jemu-jemu Berbuat Baik” (Galatia 6:9-10) sebagai wujud nyata pelayanan kasih gereja kepada masyarakat.

Kegiatan diawali dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Kabid Diakonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Operancis Simanungkalit, S.Th. Dalam renungannya, ia mengingatkan jemaat agar tidak pernah lelah berbuat baik kepada sesama.

“Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak jemu melakukan kebaikan. Pelayanan diakonia adalah panggilan gereja untuk menghadirkan kasih Tuhan secara nyata bagi sesama yang membutuhkan,” ungkapnya.

Ketua Panitia Peresmian St. Drg. Nanny Samosir dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya launching DD8 Prelove serta menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung, khususnya para donatur yang selama ini setia menopang pelayanan diakonia di HKBP Distrik VIII.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan semua pihak yang telah memberikan dukungan. Kehadiran DD8 Prelove diharapkan menjadi wadah pelayanan yang terus berkembang dan membawa berkat bagi banyak orang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pokja Diakonia HKBP Distrik VIII, St. Rusman Sagala, menjelaskan bahwa DD8 Prelove merupakan program pelayanan yang menghimpun berbagai barang layak pakai dari jemaat.
“DD8 Prelove berarti barang-barang kesayangan bapak dan ibu yang sudah tidak dipakai tetapi masih layak. Barang tersebut didonasikan kepada Pokja Diakonia, lalu dijual kembali dengan harga yang sangat terjangkau bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” jelas Rusman.

Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan berbagai produk UMKM Centra Diakonia, seperti pakaian bermotif Batak, tas, andaliman, hingga ikan teri. Program ini turut melibatkan komunitas Horas For You yang diwakili Jacky Simatupang, yang ikut mendukung kegiatan UMKM serta memperkenalkan karya budaya seperti aksara Batak dan buku ende.
Tuan rumah yang menyediakan lokasi kegiatan, St. Barita Napitupulu, diwakili oleh Andre Sidabutar, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Centra Pokja Diakonia di wilayah tersebut. Ia berharap tempat ini dapat menjadi pusat pelayanan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Bimbingan pastoral juga disampaikan oleh Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th. Dalam pesannya, ia menyampaikan selamat atas peresmian DD8 Prelove sebagai bagian dari pelayanan diakonia gereja.
“Pelayanan diakonia adalah wujud nyata kasih kepada sesama. Kebaikan yang dilakukan melalui pelayanan ini tidak akan pernah sia-sia. Kiranya DD8 Prelove menjadi sarana berkat bagi banyak orang,” ungkap Praeses.

Peresmian Centra Pokja Diakonia HKBP Distrik VIII ditandai dengan doa peresmian dan pengguntingan pita oleh Inang Praeses, yang secara resmi membuka pelayanan Centra Diakonia tersebut.
Usai prosesi peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan pasar murah yang disambut antusias oleh jemaat dan masyarakat sekitar, khususnya warga di sekitar HKBP Kayu Mas. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Food Station dalam menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Selain itu, berbagai barang layak pakai seperti baju dan sepatu dijual dengan harga yang sangat murah, bahkan mulai dari Rp10.000, sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan dengan harga yang terjangkau.

Suasana sukacita dan kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan, di mana jemaat dan masyarakat turut berpartisipasi mendukung program pelayanan ini. Diharapkan Centra Pokja Diakonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta dapat terus berkembang sebagai pusat pelayanan kasih, pemberdayaan UMKM, serta sarana membantu masyarakat yang membutuhkan.
Dengan hadirnya DD8 Prelove, HKBP Distrik VIII DKI Jakarta berharap semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaat pelayanan gereja, sekaligus menghidupi panggilan iman untuk tidak jemu-jemu berbuat baik bagi sesama.