Menjadi Milik Kristus

 Menjadi Milik Kristus

Pdt. Rina Siahaan

1 Kor. 3:23 “Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah”

Menjadi pelayan yang diidolakan atau disukai banyak orang, tentu menjadi harapan para pelayan atau hamba Tuhan. Apalagi di zaman teknologi dan pandemic covid-19 sekarang ini menjadi kesempatan bagi para pelayan untuk membuat pelayanannya di media sosial misalnya chaneel youtube. Di saat pembatasan sosial yang diberlakukan karena dampak pandemic ini juga berdampak pada cara kita beribadah sehingga hampir setiap gereja juga membuat pelayanan secara online agar semua jemaat tetap beribadah sekalipun mereka belum bisa hadir di gereja secara onsite. Sehingga tidak heran jika di masa pandemic ini semakin banyak para pelayan yang membuat channel youtubenya masing-masing untuk pelayanan, menyapa jemaat, menguatkan jemaat lewat lagu pujian dan doa dan juga khutbah. Melalui pelayanan itu juga para pelayan bisa sekaligus dikenal banyak orang. Maka jumlah subscriber menjadi tanda seberapa terkenalnya pelayan tersebut. Tetapi satu hal yang sangat penting bagi kita disampaikan oleh Paulus hari ini bahwa jangan sampai mengagung-agungkan pelayan Tuhan karena kehebatannya, kepintarannya dalam berkhotbah dan pelayanannya. Hal ini disampaikan oleh Paulus kepada jemaat di Korintus karena mereka mengagung-agungkan para pelayan, yaitu Paulus, Apolos, dan Kefas. Sebagian orang mengagunggu-agungkan Paulus sebagai Rasul yang telah merintis pelayanan di Korintus, ada juga kelompok orang yang menyanjung Apolos yang sangat mahir menguasai kitab suci, dia seorang terpelajar dan ahli teolog yang fasih berbicara sehingga dia memiliki pengikutnya sendiri. Demikian juga dengan Kefas, yaitu Simon Petrus. Kefas menjadi nama depan yang diberikan oleh Yesus kepada Petrus. Ia juga memiliki pengikutnya sendiri dalam pelayanannya. Sehingga jemaat menjadi terpecah-pecah dalam pengelompokkan. Oleh karena itu Paulus mengingatkan jemaat itu bahwa mereka adalah milik Kristus, bukan milik Paulus, Apolos maupun Kefas. Supaya jangan ada orang yang memegahkan manusia, memberi kehormatan yang seharusnya bagi Allah, menyanjung-nyanjung, menempatkan mereka diatas dan patuh pada apa saja yang diperintahkannya bahkan lebih patuh kepada mereka daripada Allah.

Allah memang menghendaki kita untuk terus melayani, agar semakin banyak orang yang terberkati oleh Injil Kristus. Namun manusia terkadang ingin mengambil keuntungan dari belas kasihan Allah demi kepentingan mereka masing-masing.  Sehingga jemaat bisa saja terpecah-belah dan memihak pelayan-pelayan tertentu serta menempatkan mereka sebagai kepala mereka, memegahkan diri atas pemimpin-pemimpin mereka, dan mau saja dibawa ke mana pun oleh mereka tanpa mengetahui arahnya. Satu-satunya jalan untuk menghindari sikap yang berbahaya ini adalah dengan memiliki pandangan yang wajar terhadap diri sendiri, bahwa setiap pelayan adalah juga manusia yang tidak boleh menempatkan dirinya melebihi Kristus. Karena itu para pelayan tidak seharusnya merasa tersaingi oleh pelayan yang lain dan tidak perlu membanding-bandingkan dirinya dengan orang lain.   Seluruh pelayan hendaknya hanya terpanggil untuk setia melayani Tuhan dan meyakini bahwa mereka dipilih oleh Kristus agar jemaat selalu setia kepada Kristus dan menjadi milik Kristus. Dia adalah Tuhan kita, dan segala sesuatu adalah milik Nya termasuk kita. Di luar Dia, kita tidak memiliki hak apa pun atas segala sesuatu. Dan Kristus adalah milik Allah. Yang diurapi dan diutus oleh-Nya untuk menjabat sebagai Pengantara untuk menggenapi tujuan Allah demi kemuliaan-Nya.  Amin.

Lindon Silalahi

Related post