HKBP Menteng Gelar Pelatihan Transformasi Khotbah bagi Para Pendeta

 HKBP Menteng Gelar Pelatihan Transformasi Khotbah bagi Para Pendeta

Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., bersama narasumber dan seluruh peserta pelatihan di HKBP Menteng, Senin (16/3/2026).

Jakarta, Senin (16/3/2026) — HKBP Resort Menteng menyelenggarakan Pelatihan Transformasi Khotbah HKBP yang berlangsung di Gereja HKBP Menteng, Jalan Jambu, Jakarta, pada Senin, 16 Maret 2026. Kegiatan ini diikuti para pendeta dan pelayan gereja sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pemberitaan firman Tuhan agar semakin relevan dengan kehidupan jemaat di tengah perkembangan zaman.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, kemudian dilanjutkan dengan ibadah pembukaan yang berlangsung pukul 08.30–09.00 WIB. Ibadah dipimpin oleh Pendeta Resort HKBP Menteng, Pdt. Roida Situmorang, D.Min.

Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Transformasi HKBP Menteng, St. Pinondang Simanjuntak. Dalam sambutannya ia menyampaikan salam pembuka “Horas ma di hita saluhutna” serta menyambut kehadiran Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, Pendeta Resort HKBP Menteng, para narasumber, serta seluruh pendeta peserta yang hadir.

Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Transformasi 70 Tahun Pelayanan HKBP Menteng, yang bertujuan memberikan pencerahan baru kepada para pendeta mengenai cara mempersiapkan khotbah yang inspiratif, setia pada teologi HKBP, sekaligus relevan dengan pergumulan kehidupan jemaat masa kini.

Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bekerja keras mempersiapkan kegiatan penyegaran pelayanan khotbah tersebut. Tercatat sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan ini, sesuai dengan jumlah maksimal yang ditetapkan panitia, terdiri dari 27 Pendeta HKBP, 2 utusan Pendeta HKI, dan 1 utusan Pendeta GKPS.

Dalam sambutannya, panitia juga menegaskan bahwa khotbah merupakan salah satu aspek penting dalam pelayanan ibadah di gereja. Para pendeta memiliki peran strategis dalam membimbing jemaat melalui pemberitaan firman Tuhan, khususnya bagi generasi muda agar semakin memahami firman Tuhan dan bertumbuh dalam iman serta pelayanan di gereja.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan panitia di lingkungan gereja, salah satu harapan jemaat adalah agar khotbah yang disampaikan dapat semakin mudah dipahami dan dihayati, sehingga mampu membangkitkan iman serta mendorong jemaat untuk lebih aktif beribadah dan melayani, khususnya generasi muda sebagai pelopor masa depan pelayanan gereja.

Pelatihan kemudian secara resmi dibuka oleh Pdt. Oloan Nainggolan. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa transformasi khotbah merupakan bagian penting dari pembaruan pelayanan gereja, sehingga firman Tuhan dapat disampaikan secara tepat, relevan, dan berdampak nyata bagi kehidupan jemaat.

Pelatihan diikuti 30 peserta, sesuai dengan jumlah maksimal yang ditetapkan panitia, terdiri dari 27 Pendeta HKBP, 2 utusan Pendeta HKI, dan 1 utusan Pendeta GKPS.

Sesi pertama pelatihan diisi oleh Pdt. Dr. Anwar Tjen dengan topik “Transformasi Hermeneutik Menjadi Khotbah yang Hidup dan Kontekstual.” Dalam sesi ini peserta diajak memperdalam kemampuan menafsirkan Alkitab secara benar melalui pendekatan hermeneutik dan mentransformasikannya menjadi khotbah yang hidup serta relevan dengan kehidupan jemaat.

Pada sesi kedua, Pdt. Prof. Dr. Binsar Pakpahan membawakan materi “Spiritualitas dan Identitas Khotbah HKBP.” Materi ini bertujuan memperkuat pemahaman pendeta mengenai identitas dan ciri khas khotbah dalam tradisi HKBP, termasuk pemahaman sejarah gereja, struktur tata ibadah HKBP, serta dasar teologis yang berpadu dengan tradisi Batak dalam pemberitaan firman.

Setelah istirahat makan siang, pelatihan dilanjutkan dengan sesi ketiga yang kembali dibawakan oleh Pdt. Prof. Dr. Binsar Pakpahan dengan topik “Struktur Khotbah yang Hidup dan Analisis Jemaat serta Konteks Zaman.” Pada sesi ini para peserta dilatih menyusun kerangka khotbah yang jelas, sederhana, dan relevan, sekaligus memahami kebutuhan jemaat di tengah dinamika era digital, urban, dan global. Peserta juga mendapatkan pelatihan teknik penyampaian khotbah seperti intonasi, gestur, storytelling, serta pemanfaatan media dalam pelayanan.

Sesi keempat kembali dipandu oleh Pdt. Dr. Anwar Tjen dengan topik “Integrasi Firman dengan Isu Kontemporer dan Bahasa Narasi Kontekstual.” Dalam sesi ini para peserta diajak menghubungkan teks Alkitab dengan berbagai isu kehidupan masa kini seperti persoalan sosial, teknologi, keluarga, dan lingkungan, serta menggunakan bahasa yang komunikatif, ilustrasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan narasi yang menyentuh hati jemaat.

Pada sesi kelima, Pdt. Prof. Dr. Binsar Pakpahan memimpin Workshop Khotbah Transformasi dan Rencana Implementasi. Dalam sesi ini para peserta diminta menyiapkan khotbah singkat untuk dipresentasikan dan dievaluasi bersama. Selain itu, para pendeta juga menyusun roadmap pribadi sebagai rencana implementasi transformasi khotbah di jemaat masing-masing.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi komitmen dan tindak lanjut yang dipimpin oleh Pdt. Roida Situmorang, D.Min.,  Dalam penutupannya ia menyampaikan renungan dan motivasi kepada para peserta agar berkomitmen melaksanakan roadmap pelayanan yang telah disusun demi meningkatkan kualitas pelayanan firman di jemaat.

Melalui pelatihan ini diharapkan para pendeta HKBP semakin diperlengkapi untuk menyampaikan firman Tuhan secara lebih hidup, kontekstual, serta relevan dengan dinamika kehidupan jemaat di masa kini, sehingga pelayanan gereja dapat semakin bertumbuh dan menjadi berkat bagi banyak orang.

    Related post