Peringati Hari Lansia Internasional 2026, BP Lansia Indonesia Gelar Senam Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan di Monas

Peringati Hari Lansia Internasional 2026, BP Lansia Indonesia Gelar Senam Sehat dan Pemeriksaan Kesehatan di Monas
JAKARTA, 10 Oktober 2026 — Badan Pengurus (BP) Lansia Indonesia menggelar peringatan Hari Lansia Internasional 2026 di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini diisi dengan senam sehat lansia, senam kreasi Betawi, penyuluhan kesehatan jantung, serta pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI).

Mengusung tema “Melalui Spirit Lansia Internasional, Akan Meningkatkan Penguatan Terwujud Lansia Bersinar di Seantero Dunia”, kegiatan ini bertujuan mendorong para lanjut usia (lansia) agar tetap sehat, aktif, mandiri, produktif, dan bahagia dalam menjalani masa tua.
Acara dibuka oleh Woro Srihastuti Sulistyaningrum, S.T., MIDS, yang mewakili Gubernur DKI Jakarta. Kegiatan diawali dengan senam sehat jantung yang dipandu instruktur Yayasan Jantung Indonesia, dilanjutkan senam kreasi Betawi dari Kelurahan Cawang, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, serta sambutan panitia dan perwakilan pemerintah.

Ketua Panitia, Ir. Yulida Marbun, M.M., bersama Ketua BP Lansia Indonesia, Karmen Siregar, S.H., turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Sejumlah perwakilan pemerintah pusat dan daerah hadir untuk menunjukkan dukungan terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia.

Di antara pejabat yang hadir ialah perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Kesehatan RI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta jajaran Dinas Sosial. Turut hadir St. Dr. Ir. Serirama Butarbutar, S.E., S.H., M.Si., M.H., selaku Lansia Nasional dan Lansia DKI Jakarta, sekaligus Ketua Lansia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Bidang Preventif Yayasan Jantung Indonesia, dr. Gobind Dialdas, MHA, memberikan penyuluhan mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung bagi lansia. Edukasi ini mengajak peserta untuk menerapkan pola hidup sehat, menjaga kebugaran tubuh, serta memperhatikan kondisi kesehatan secara berkala.

Selain pelayanan kesehatan, peserta juga disuguhi pertunjukan musik angklung dan kolintang serta peragaan pakaian adat Nusantara dari berbagai daerah, antara lain Betawi, Papua, Batak, Jawa, dan Jawa Barat. Beragam penampilan tersebut menambah semarak peringatan sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.

Peringatan Hari Lansia Internasional ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan kesejahteraan lansia. Dukungan pemerintah, organisasi masyarakat, lembaga kesehatan, dan keluarga diharapkan semakin memperkuat upaya mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, aktif, serta bermartabat.

Sebagai informasi, Hari Lanjut Usia Internasional diperingati setiap 1 Oktober. Kegiatan di Monas pada 10 Oktober 2026 merupakan bagian dari perayaan untuk memperingati momentum tersebut.
