FORUM KONFERENSI PEREMPUAN DIKETUAI SANDRA SIDABUTAR SUKSES MENGGELAR PAMERAN TENUN ULOS TAHUN 2026 DI KEMENPRIN JAKARTA

 FORUM KONFERENSI PEREMPUAN DIKETUAI SANDRA SIDABUTAR SUKSES MENGGELAR PAMERAN TENUN ULOS TAHUN 2026 DI KEMENPRIN JAKARTA

Dra. Sandra Sidabutar (Ketua Forum Konferensi Perempuan) didampingi Menteri Sarmuji Mengunjungi Penenun

Jakarta, Huria Kristen Batak Protestan melalui Konferensi Perempuan di bawah kepemimpinan Dra. Sandra Sidabutar, sukses menggelar Pameran Tenun Ulos dan Kuliner Tradisional Batak 13 – 15 Oktober 2026 bertempat Kantor Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Jakarta.

Konferensi Pers Pameran Tenun Ulos : Sandra Sidabutar (picture)

Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Perindustrian, Bapak Muhammad Sarmuji, dan Wakil Menteri Perindustrian, Bapak Faisol Riza, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. Kepala Departemen Koinonia Pdt.Dr. Deonal Sinaga. Praeses DKI Pdt. Oloan Nainggolan, Praeses Banten Pdt. Sumihar Sinaga, Praeses Deboskab Pdt. Ridoi Batubara, Praeses Jabartengdiy Pdt. Nekson Simanjuntak.

HKBP dalam hal ini menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian Republik Indonesia atas dukungan dan kesempatan yang diberikan untuk menampilkan keindahan sekaligus potensi ekonomi warisan budaya bangsa ini melalui tenun ulos.

Prosesi Masuk diiringi Tarian Tortor Batak

Ulos bukan sekadar kain. Ulos adalah warisan nilai, ungkapan kasih, tanda penghormatan, doa, pengharapan, dan ikatan persaudaraan. Di dalam setiap helai ulos tersimpan kearifan leluhur yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ulos mengingatkan kita bahwa kehidupan manusia tidak dibangun sendirian, melainkan melalui kasih, kepedulian, dan ikatan yang saling menguatkan.

Foto Bersama Ephorus, Kadep, Praeses, Kemenprin dan Ketua FKP Sandra Sidabutar

Oleh karena itu, melestarikan ulos bukan hanya menjaga sehelai kain tradisional, melainkan juga merawat ingatan kolektif, identitas budaya, dan nilai-nilai luhur yang membentuk kehidupan masyarakat kita.

Sebagai gereja yang hidup dan bertumbuh di tengah kebudayaan Batak, HKBP berkomitmen untuk merawat kearifan lokal dalam terang Injil. Iman Kristen tidak mengajak kita untuk merendahkan warisan budaya, melainkan menilainya dengan bijaksana, memelihara segala sesuatu yang baik, serta mengarahkannya bagi kehidupan yang semakin manusiawi dan memuliakan Tuhan.

Tema “Menenun Harapan, Merajut Kemandirian” mengandung makna yang dalam: budaya bukan sekadar warisan masa lalu untuk disimpan, melainkan sumber kehidupan yang dapat menopang masa depan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menegaskan pelestarian ulos tidak boleh berhenti pada upaya menjaga agar kain tradisional Batak itu tetap ada, ulos harus terus dipakai, berkembang, dan memberi manfaat ekonomi bagi para perajinnya, terutama kaum perempuan.

Marilah kita terus menenun harapan, merajut kemandirian, dan merawat warisan leluhur. Sebab, kebudayaan yang dipelihara dengan kasih, dikembangkan dengan kreativitas, dan ditopang oleh kemandirian ekonomi, akan menjadi berkat bukan hanya bagi generasi sekarang, tetapi juga bagi generasi yang akan datang.

    Related post