Dari Imam Keluarga Menjadi Wirausahawan Berkarakter: Ama HKBP Distrik VIII Dibekali Strategi Ekonomi dan Pengasuhan Anak Digital

Dari Imam Keluarga Menjadi Wirausahawan Berkarakter: Ama HKBP Distrik VIII Dibekali Strategi Ekonomi dan Pengasuhan Anak Digital
DEPOK, – Rangkaian retreat Persekutuan Ama (Bapak) HKBP Distrik VIII DKI Jakarta memasuki hari kedua di Kinasi, Depok, Sabtu (13/6/2026). Agenda hari ini berlangsung dengan penuh antusiasme dan padat pembekalan. Fokus kegiatan diarahkan pada keseimbangan peran bapak—tidak hanya sebagai pemimpin spiritual di rumah, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi keluarga dan pengasuh yang tanggap terhadap anak-anak di era digital.

Penguatan Spiritual sebagai Fondasi Utama
Kegiatan pagi diawali dengan olahraga bersama untuk menjaga kebugaran fisik, yang kemudian dilanjutkan dengan ibadah. Sesi kerohanian ini dipimpin oleh Pdt. Tiodor Silitonga, S.Th. sebagai pelayan firman, didampingi liturgis St. Boma Batubara dan pendoa syafaat St. Ev. Edwin Purba. Khotbah pagi menguatkan kembali esensi iman, penyerahan diri dalam pelayanan, serta tanggung jawab pria sebagai imam dalam keluarga Kristen.

Di sela-sela kepadatan jadwalnya menuju agenda pelayanan lain, Praeses HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Oloan Nainggolan, S.Th., menyempatkan hadir untuk memberikan motivasi. Ia berpesan agar seluruh peserta menyerap setiap sesi dengan maksimal. Menurutnya, materi retreat ini dirancang khusus untuk memperkuat kehidupan keluarga dan kemandirian gereja ke depannya.


Meneladani Ekonomi Nommensen: Seminar Kewirausahaan
Memasuki sesi siang, wawasan peserta diperluas melalui seminar bertajuk “Dari Imam Keluarga Menuju Wirausahawan Berkarakter” yang dibawakan oleh Ir. Dumoly Freddy Pardede, MBA, dan dimoderatori oleh Dr. Luhut M. Pakpahan, SE, Ak., MM., CA., CMA.

Dalam paparannya, Dumoly mengajak peserta untuk meneladani warisan pelayanan Ompu i Ephorus I.L. Nommensen. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan pelayanan Nommensen tidak sekadar membawa pembaruan rohani, tetapi juga mendorong transformasi di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, hingga kemandirian ekonomi masyarakat.
“Seorang Ama HKBP dipanggil tidak hanya untuk memimpin keluarga dalam iman. Kita juga harus menjadi penggerak kesejahteraan melalui kerja keras, karya, dan semangat kewirausahaan yang kokoh pada nilai-nilai Kristiani,” tegas Dumoly.

Melalui forum ini, inisiatif untuk membangun dan memberdayakan UMKM—baik secara mandiri maupun berjejaring dalam komunitas gereja—mulai digemakan. Harapan dari sesi ini kemudian dimatangkan melalui Focus Group Discussion (FGD). Peserta dibagi ke dalam kelompok diskusi aktif untuk merumuskan langkah konkret terkait penguatan kerohanian, pengembangan UMKM berskala gereja, hingga peningkatan kualitas pelayanan paduan suara.

Tantangan Pengasuhan Generasi Z dan Alpha di Era Siber
Setelah membekali diri dari sisi ekonomi, para peserta disuguhkan materi krusial mengenai dinamika keluarga modern dalam seminar bertema “Peran Bapak dalam Perkembangan Anak Generasi Z dan Alpha di Zaman Digital”. Sesi interaktif ini diampu oleh Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Frieda M. Mangunsong-Siahaan, M.Ed., Psikolog, dengan Cst. Bastian Siregar bertindak selaku moderator.
Prof. Frieda menggarisbawahi urgensi kehadiran sosok ayah di tengah derasnya penetrasi teknologi digital. Banyaknya pertanyaan dan studi kasus yang diajukan para bapak menunjukkan tingginya kepedulian mereka terhadap pola asuh yang sehat di lingkup internal keluarga.

Refleksi Malam dan Agenda Esok Hari
Menutup seluruh rangkaian kegiatan yang padat gizi, peserta mengikuti sesi refleksi, kesehatian, dan ibadah malam yang berlangsung dari pukul 20.30 hingga 23.00 WIB. Ibadah penutup hari kedua ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Koinonia HKBP Distrik VIII DKI Jakarta, Pdt. Ernawati Hasugian, S.Th., MM., bersama St. Jamot Silitonga yang memimpin doa syafaat.
Hari kedua retreat ini menjadi momentum penting dan pijakan besar bagi Ama HKBP Distrik VIII DKI Jakarta. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang penyegaran iman, namun sukses merajut visi komprehensif bagi pria Kristen masa kini: tangguh secara spiritual, mandiri secara ekonomi, dan relevan dalam mendampingi generasi masa depan.
Memasuki hari ketiga pada Minggu (14/6/2026) besok, agenda retreat akan dilanjutkan dengan momen krusial lainnya, yaitu Pemilihan Pengurus Persekutuan Ama Distrik (PAD) HKBP Distrik VIII DKI Jakarta Periode 2026–2028.



