Pembekalan Para Kepala Bidang HKBP di Jetun Silangit

Pembekalan Para Kepala Bidang HKBP di Jetun Silangit
Jetun Silangit, Rabu, 18 Februari 2026 — Para Kepala Bidang Koinonia, Marturia, dan Diakonia dari seluruh Distrik Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) berhimpun dalam suasana persekutuan yang hangat dan penuh makna di Perkampungan Pemuda, Jetun–Silangit. Kegiatan bertajuk “Pembekalan Para Kepala Bidang” ini berlangsung pada 18–20 Februari 2026 sebagai bagian dari orientasi dan penguatan pelayanan HKBP Tahun 2026.

Acara diawali dengan ibadah bersama dan sambutan dari jajaran pimpinan HKBP. Sambutan pertama disampaikan oleh Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson Mangapul Hutahaean, M.Th., yang menegaskan pentingnya kesatuan visi dalam menjalankan program gereja di seluruh distrik. Ia mengajak seluruh Kepala Bidang untuk membangun semangat kolaborasi, integritas, dan tanggung jawab bersama demi kemajuan pelayanan.
Selanjutnya, Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, menegaskan bahwa pembekalan ini sangat penting untuk menyatukan persepsi serta membulatkan tekad dalam menyukseskan Program Hatopan dan program distrik pada Tahun Transformasi dengan fokus “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga.”
Kepala Departemen Marturia, Pdt. Bernard Manik, M.Th., mendorong agar pelayanan kesaksian gereja semakin kontekstual dan berdampak di tengah perubahan zaman. Sementara itu, Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min., mengingatkan pentingnya menghadirkan pelayanan kasih yang nyata, menyentuh kebutuhan konkret jemaat dan masyarakat.

Puncak arahan disampaikan melalui keynote speech Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan.MST., Dalam bimbingannya, beliau menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum rohani yang mendalam.

“Pertemuan ini menjadi ruang untuk berdoa, berbagi pengalaman pelayanan, serta menyalakan kembali api panggilan dalam melayani Tuhan,” ungkap Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST.

Orientasi Pelayanan HKBP Tahun 2026 mengusung tema besar: “Pengajaran Iman di Tengah Keluarga.” Tema ini menjadi fokus utama pembahasan selama pembekalan berlangsung. Para peserta menyadari bahwa keluarga adalah altar pertama dan sekolah iman yang utama—tempat nilai-nilai Injil ditanamkan dan diwariskan dari generasi ke generasi. Dari keluarga yang kuat dalam iman, gereja dan bangsa memperoleh fondasi moral dan spiritual yang kokoh.
Pada hari kedua, Kamis, 19 Februari 2026, kegiatan dilanjutkan dengan sesi orientasi dan pemberdayaan Kepala Bidang. Setiap bidang—Koinonia, Marturia, dan Diakonia—mendalami strategi implementasi Program Hatopan dan program distrik dalam Tahun Transformasi ini. Diskusi berlangsung dinamis, dengan kontribusi pemikiran dari masing-masing Kepala Bidang untuk merumuskan langkah-langkah konkret yang aplikatif sesuai konteks pelayanan di distrik masing-masing.

Pembahasan tidak berhenti pada tataran konseptual, melainkan diarahkan pada implementasi nyata, seperti penguatan ibadah rumah tangga, pendampingan orang tua dalam pendidikan iman anak, pembinaan generasi muda, serta pelayanan sosial yang menjadi kesaksian kasih Kristus di tengah masyarakat.
Semangat kebersamaan dan optimisme terasa kuat dalam setiap sesi. “Bersama kita bisa membawa kemajuan dalam pelayanan… Yes, we can!” menjadi ungkapan semangat yang menggema di tengah peserta.
Kegiatan pembekalan ini masih berlangsung hingga Jumat, 20 Februari 2026. Diharapkan, seluruh Kepala Bidang kembali ke distrik masing-masing dengan hati yang diteguhkan, visi yang dipertajam, serta komitmen yang diperbarui.
Melalui Koinonia yang hangat, Marturia yang setia, dan Diakonia yang nyata, kiranya nama Tuhan semakin dimuliakan di tengah keluarga, gereja, dan bangsa.
